Tuesday, 14 August 2012

ripiewwwww

 

1. The Gaslight Anthem - HANDWRITTEN
Since I discovered The ’59 Sound in MYSPACE two years ago, since then I decided to follow this band. No, I'm not so depressed and addicted to alcohol or drugs but Brian Fallon's voice sounds the same like Bruce Springsteen, they sing with their heart!
So let's talk about this album! "Here Comes My Man", "45", "Keepsake", "Mullohan Drive" and "Handwritten" are a few tracks that made my playlist better than last time. They sing about how melancholy they are, change, doubt, love, anti-heroes, girl that left you behind and anything about rock n' roll stuff, they stepped out of their comfort zone!
By the way this album are worth to buy as Brian Fallon would melt your heart with his voice, this records are worth every penny!


2. Yellowcard - The Southern Air
First time I heard their single "Always Summer" I can't get off my finger to touch the repeat button, They are not Punk Rock anymore, sounds generic and poppy but their upbeat anthems for the most emotionally-charged life moments is too cool to leave behind. "Always Summer", "Awakening", "Here I Am Alive", "The Souther Air" and "Sleep In The Snow" are my favorite tracks.


Tuesday, 17 July 2012

Tawaran Romantis Dan Keindahan (Kota) Paris (Saint-Germain)



Paris memang selalu menawarkan keindahan dan keromantisan, kali ini kota yang terletak dibagian utara Perancis yang terkenal dengan menara Eiffel-nya ini mencoba menawarkan keromantisannya dalam hal sepak bola.

Sudah lama kota Paris tidak menawarkan sesuatu yang romatis dalam bentuk sepak bola, terakhir kali mereka melakukannya dalam event Piala Dunia 1998, sebuah tempat bulan madu yang indah bagi Zinedine Zidane dkk.

Layaknya wabah Black Death yang melanda kota Paris pada tahun 1348, yang sedikitnya menewaskan 800 orang per harinya, klub sepak bola di kota Paris pun hilang satu per satu, hingga akhirnya pada tanggal 12 Agustus 1970, Paris Saint-Germain terlahir untuk mewakili kota ini, dan entah karena embel- embel Saint-Germain dibelakang kata Paris, PSG berhasil merajai Perancis dan Eropa walau hanya di turnamen sekelas Winner Cup dan Intertoto.


Kini Pangeran Saint-Germain terlahir dalam bentuk Nasser Al-Khelaifi, lewat Qatar Investment Authority, Ia mencoba membangun Paris Saint-Germain berdiri lebih tinggi dibanding menara Eiffel sebagai trademark kota Paris. 

Bukan sebuah pekerjaan yang mudah, tapi dengan uang yang melimpah Nasser Al-Khelaifi dapat mencoba menyulap PSG dari batu permata yang kecil menjadi sebuah batu permata yang besar, seperti yang dilakukan oleh Comte de saint Germain terhadap batu permata milik Louis XV.

Lihat saja pemain yang telah Ia datangkan ke kota Paris, hampir semuanya mempunyai jaminan kelas wahid dengan harga yang tinggi. Lavezzi, Thiago Silva, Thiago Motta, Pastore dan belum lagi Ibrahimovic yang akan mendekati Samuel Eto’o sebagai pesepak bola dengan gaji termahal di dunia. Dengan iming- iming uang yang besar sulit bagi klub dan pemain tergoda keindahan dan romantisnya kota Paris.

Menarik menunggu kiprah Paris Saint-Germain dikancah Eropa nanti, dengan uang yang melimpah mampukah Nasser Al-Khelaifi yang dibantu oleh deputinya, Leonardo dan Carlo Ancelloti membawa Paris Saint- Germain menjulang lebih tinggi dibanding menara Eiffel di kota Paris atau layaknya City dan Chelsea mereka kudu bersabar menunggu ‘waktu yang tepat’?.



Sunday, 3 June 2012

Tragedi Itu Bernama Sepak Bola

"Some people believe football is a matter of life and death. I'm very disappointed with that attitude. I can assure you it is much, much more important than that."

Ada benarnya juga kutipan kalimat dari Bill Shankly, yang dalam beberapa hari terakhir terus berputar- putar mengisi isi kepala. Bagi sebagian orang, (klub) sepak bola mereka melibihi nyawa mereka sendiri.Sepak bola ibarat agama dan klub sepak bola adalah mahzab- mahzabnya yang tersebar dipenjuru dunia.

Agama? berlebihan mungkin, tapi memang begitu lah adanya. Saya adalah satu dari jutaan jemaatnya, entah berapa uang yang saya hamburkan untuk sekedar menonton bola, membeli jersey klub- klub dan negara, juga waktu yang terbuang atas nama sepak bola.Ribuan kilometer pernah ku tempuh hanya untuk beribadah atas nama sepak bola. Seperti berhaji dalam rukun Islam, datang ke stadion tempat klub pujaan bermarkas adalah wajib hukumnya.

Pengorbanan yang saya lakukan tidak ada apa- apanya dibandingkan dengan mereka yang rela mati datang ke stadion hanya untuk beribadah mendukung klub/negara sepak bola yang mereka bela. 69 orang tewas saat hendak menyaksikan Liverpool vs Nottingham Forrest. Di Heysel, 39 tewas saat kerumunan suporer dari Juventus dan Liverpool pecah.

Seminggu lalu, Rangga, Lazuardi dan Dian tewas di katedral agung tempat pujaan suporter Indonesia beribadah. Belum hilang duka atas tragedi itu, sekarang giliran Purwo yang menjadi martir atas nama sepak bola. 

Sejak Januari 2012, sudah 13 nyawa melayang atas nama sepak bola di Indonesia. Miris jika jumlah nyawa yang hilang hanya berakhir menjadi data statistik belaka. Nyawa mereka lebih berharga dibanding menjadi angka- angka matematika semata. Berapa pun nyawa yang hilang kematian tetap lah kematian, sebuah tragedi yang menyisakan kesedihan bagi siapapun yang ditinggalkan, semua insan sepak bola Indonesia harus berbenah, dari mulai suporter hingga stakeholder.

Sepak bola Indonesia sudah lama sakit, seolah tak pernah mau beranjak dari titik nadir para petinggi duduk nyaman berlindung dalam neraka yang penuh derita, segala ocehan yang mereka keluarkan selalu berakhir menjadi wacana. Belum lagi parahnya manajemen kontrol massa polisi Indonesia yang tak bisa apa- apa selain membubarkan massa dengan pentungan dan gas air mata dan larangan datang ke stadion.

Dengan segala kerendahan hati, sudah saatnya kita berubah agar nyawa- nyawa yang hilang tak berakhir sia- sia. Sudah saatnya bagi kita mengembalikan sepak bola berada dalam koridornya, menjadikannya hiburan dan alat untuk mempersatukan bangsa bukan menjadi tempat pembataian nyawa atas nama sepak bola.

I fell in love with football as I would later fall in love with women: suddenly, uncritically, giving no thought to the pain it would bring.




Friday, 25 May 2012

Yang Tersisa Dari Kotak Pandora


Harapan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti: keinginan supaya menjadi kenyataan. Harapan dan kecemasan itu beda tipis, atau malah keduanya selalu hadir bersamaan dan duduk berdampingan.

Adik ku sedang berharap cemas menunggu hasil ujian akhirnya di SMA, Walau yakin, Ia akan lulus tetap saja rasa cemas akan berita buruk selalu ada.

Di sebuah ruang sempit tempat para pasien menunggu giliran diperiksa oleh dokter, aku melihat tipisnya kedua hal tersebut. Sama seperti mereka, aku datang kesana berharap sakit ku dapat cepat sembuh dan cemas akan bertambah parah. Diluar sana, jutaan manusia sedang berharap sesuatu yang mereka impikan menjadi kenyataan. 


Di perjalanan pulang, aku teringat tentang mitologi Yunani. Dimana Pandora, wanita cantik pertama yang hadir di Bumi membuka kotak yang seharusnya tak dibuka olehnya.


Pandora adalah wanita pertama di dunia yang diciptakan oleh Hefaistos, Ia diciptakan Hefaistos atas perintah Zeus untuk mengambil kembali api yang telah dicuri titan dari dewa- dewa di Gunung Olimpus. Zeus yang tergila- gila pada Aprhodite, membuat Pandora mempunyai kecantikan yang sama percis dengan Aprhodite. Ia pun dititipi sebuah kotak yang tak boleh dibuka oleh Pandora.

Pandora dijadikan hadiah oleh Zeus untuk Ephimetheus, saudaranya  Promotheus mewanti- wanti untuk tidak menerima pemberian Zeus itu. Tapi kecantikan Pandora mempesona Ephimetheus, keduanya pun hidup berdampingan.

Untuk beberapa lama, Pandora menaati perintah Zeus untuk tidak membuka kotak yang diberikan kepadanya. Tapi rasa keingin tahuan yang besar yang diberikan Hera kepadanya membuat hatinya goyah. Dibuka lah kotak itu olehnya, segala penderitaan, wabah, penyakit, kesengsaraan dan segala keburukan yang sekarang hadir di Bumi ini keluar berhamburan dari kotak itu.

Pandora menyesal telah membuka kotaknya, Ia pun mencoba menutupnya saat itu juga, tapi masih ada sesuatu yang tersisa, sesuatu itu bernama harapan. Sesuatu yang membuat manusia kuat dan bisa menghadapi segala penderitaan yang dikeluarkan Pandora dari kotak yang seharusnya Ia tutup rapat- rapat.

Mulai dari saat itulah manusia mempunyai sebuah senjata dalam menghadapi penderitaan, yaitu harapan. Sesuatu yang selalu dijadikan senjata dalam menghadapi kenyataan untuk memperbesar kemungkinan. Sesuatu yang manusia simpan dan pupuk didalam hatinya walaupun mereka tahu tipis dapat tumbuh menjadi sesuatu yang nyata.

Jika kalian dalam kecemasan maka ingatlah sesuatu yang tersisa dari kotak yang dibuka Pandora. Sesuatu yang walaupun kecil tapi dapat membuat kita kuat menghadapi penderitaan, Sesuatu yang manusia namakan Harapan.

note: Jangan lupa tetap ingat Allah SWT selalu bersama kalian hehehe

Sunday, 20 May 2012

Chelsea Datang Bersama Tuhan

Sekali lagi saya melihat drama dalam sepak bola, bagaimana tidak, pertandingan yang terkesan membosankan di 80 menit awal berubah seketika saat Muller mencetak gol yang membuat suporter Munchen mengira mereka akan menjuarai UCL edisi kali ini. Kedua tim yang datang ke final dalam kondisi compang camping karena tidak bisa diperkuat oleh beberapa pemain intinya, membuat para pundit sepak bola Eropa berpikir keras tentang strategi dan pemain yang akan mereka turunkan.


Chelsea tidak dinaungi keberuntungan di UCL kali ini, mereka mempunyai sesuatu yang lebih dari sekedar kata beruntung, mereka dilindungi oleh Tuhan. Sependapat atau tidak, tapi Tuhan bersama mereka di edisi UCL kali ini. Mereka digadang- gadang bakalan terhenti diperempat final setelah di leg pertama mereka kalah oleh Napoli dengan skor 1-3. Di Stamford Bridge mereka membayar lunas kekalahan mereka dari Napoli seakan menunjukan bahwa itulah momen kebangkitan mereka.

Di Camp Nou, hampir semua mengira pertandingan berakhir saat John Terry diusir wasit karena "men-tusbol" Alexis, Barcelona dengan segala kemahaannya terlihat lebih superior dibanding Chelsea yang sedang dalam keadaan labil semenjak kedatangan AVB. Gempuran pejuang Catalan dapat dimentahkan dengan baik oleh para pemuda yang datang dari Fulham Road ini hingga akhinya Torres datang memastikan rasa sakit yang harus diderita oleh Barcelona.

Di final, drama itu kembali hadir. Bayern Munchen yang diunggulkan karena faktor tuan rumah dan pemain yang sedikit lebih komplit dibanding Chelsea berhasil dipatahkan. Tampil dengan penuh kesabaran selama 120 menit membuat Chelsea memang layak mendapatkan hal yang benar- benar mereka inginkan.
Munchen bukan tidak bersama dengan Tuhan, tapi Tuhan selalu bersama orang yang memanfaatkan setiap peluang dengan baik dan orang sabar itu disayang Tuhan.

Kredit lebih layak diberika kepada Di Matteo dengan segala kerendahannya dan kecakapannya memimpin dan meracik strategi Chelsea, Ia memang layak mendapatkan lebih dari sekedar piala FA semata.



Sunday, 13 May 2012

Drama Dan Sepak Bola


Walau hanya sebuah cabang olah raga, sepak bola juga bisa menghadirkan drama, drama terbaik melebihi film- film Hollywood yang pernah ada. Jalan ceritanya selalu sulit ditebak, selalu berubah tiap detiknya dari ending yang penuh suka hingga ending yang paling kejam pun tersedia didalam pertandingan sepak bola.


BPL musim ini salah satunya, drama yang dihadirkan mirip dengan film- film olah raga yang dibuat Hollywood, kemenangan yang hadir dimenit- menit akhir mewarnai drama bernama sepak bola. Bagaimana tidak, fans Manchester United sudah siap merayakan pesta juara liga musim ini, mereka hanya butuh 2 menit untuk memastikan semuanya berjalan sesuai skenario mereka, hingga tuhan berkata tidak.

Manchester City dengan segala kemampuan yang mereka punya mencoba untuk merubah nasib mereka. Kepanikan, keputus asaan dan rasa frustasi sudah meliputi pemain, staff dan fans Manchester City hingga akhirnya bola yang disundul Dzeko berhasil menembus gawang yang dijaga oleh Paddy Kenny memberi garis hidup bagi Manchester City.

Harapan dan Kecemasan itu beda tipis, tak percaya? kalian bisa melihatnya dirumah sakit, bagaimana para pasien dan keluarganya berharap kesembuhan sekaligus cemas akan nasib mereka. Itu pula yang mungkin dirasakan oleh hampir seluruh penduduk kota Manchester, dimana mereka sama- sama berharap dan cemas akan nasib mereka tapi disisi yang berbeda. Lifeline yang diberikan Dzeko seakan memberi semangat dan kepercayaan berlebih bagi pemain dan pendukung City, hanya butuh 2 menit setelah gol Dzeko, Aguero berhasil mendramatisir keadaan. Momen yang tak akan pernah dilupakan oleh para pendukung, pemain dan official Machester City. Sebuah akhir drama terbaik melebihi film- film Hollywood yang pernah ada.

Penantian panjang suporter City terbayar sudah, film yang mereka buat 2 tahun silam tentang bagaimana perihnya menjadi suporter Manchester City terbayar lunas.

Sekali lagi hidup itu penuh drama dan drama itu bernama sepak bola.

Thursday, 19 April 2012

Ciao Piermario Morosini, Sempre con noi!!


Kematian adalah tragedi bagi setiap kehidupan, berapapun jumlahnya siapapun orangnya, kematian tetaplah kematian, sebuah tragedi yang menyedihkan begi setiap orang yang ditinggalkan.

Piermario Morosini, tak banyak yang mengenal namanya sebelum sebuah tragedi dilapangan sepak bola mengantarnya menuju tempat peristirahatan terakhirnya. “Morosini adalah seorang pejuang” begitulah teman- teman di klubnya yang sesame pesepak bola memberi penilaian terhdapanya.

Hidupnya, terlalu akrab dengan tragedi, saat Ia berumur 15 tahun Ibunya meninggal, 2 tahun tahun kemudian ayahnya menyusul kepergian ibunya. Diselang waktu itu kakak laki- lakinya yang mempunyai keterbatasan fisik, meloncat dari jendela hingga meninggal yang membuat Morosini berjuang seorang diri mengurus saudara perempuannya yang juga mempunyai keterbatasan fisik. Dibalik penderitaannya, Ia tetap tegar dan masih bisa tersenyum sambil mencoba mewujudkan cita- cita Ayahnya agar Ia menjadi seorang pemain sepak bola professional.


Stadion Adriatico diguyur hujan saat Morosini menghembuskan nafas terkahirnya. Ia meninggal, saat Ia melakukan hal yang Ia sukai, bermain sepak bola dibawah guyuran hujan. Ia wafat setelah mengalamai serangan jantung diatas lapangan saat bertanding untuk Livorno, klub yang Ia bela melawan Pescara. Di pekan itu sepak bola Italia berhenti, sepak bola seluruh dunia ikut berduka.

Dibalik kematiannya ada salah satu hal yang membuat sepak bola lebih dari sekedar olah raga, beberapa klub Italia secara suka rela menawarkan bantuan perawatan saudara perempuan yang ditinggalkannya, bahkan kapten Udinese bersedia merawat saudara perempuan Morosini untuk tinggal bersamanya.

Sepak bola tak melulu soal perbedaan warna kostum dan permusuhan dilapangan. Ada hal yang lebih besar dari badge didada kiri setiap jersey klub sepak bola, Kemanusian dan bagaimana manusia menghargai sesamanya. Beberapa supporter di Italia dengan latar belakang yang berbeda bersedia menanggalkan warna kebesaran klub yang mereka bela, lebih dari seribu orang ikut hadir kepemakamannya dan bersimpati atas tragedi yang terjadi.

Tragedi Morosini seakan memberi banyak pelajaran, sebesar apapun rintangan dan cobaannya hadapilah semuanya dengan senyuman.

Ciao Piermario Morosini, Sempre con noi!!