Judul
di atas saya pinjam dari sebuah novel karya Eka Kurniawan dengan judul yang
sama. Tak ada korelasi antara novel tersebut dengan rasa rindu yang saya punya.
Tapi seperti judulnya, besok rindu ini harus dibayar tuntas.
Sudah
lama, lebih dari dua dekade rindu ini selalu berjarak. Nanti, hari Jumat, 7
November 2014, jika tak ada aral melintang rindu ini akan terlampiaskan.
Jarak
selalu jadi bagian perihal rindu- rinduan, kini kita sudah dekat dan jarak
bukan lagi soal, besok adalah jarak kita yang paling dekat untuk menuntaskan
rindu yang selama 19 tahun tertahan dan terus menggebu ingin dilampiaskan.
Selama
ini, saya selalu mendengar cerita- cerita epik di Gelora Bung Karno hanya dari
bibir para orang tua yang merasakan kejayaan Persib di era Ligina. Saat itu
saya masih terlalu muda untuk merasakan euphoria, perkenalan saya dengan sepak
bola baru hadir 2 tahun kemudian. Saat rindu itu baru dimulai.
Sama
seperti sebagian besar warga Bandung lainnya, menjadi bobotoh adalah bawaan
DNA, sudah tertanam sejak dari dalam kandungan. Menjadi pemain Persib adalah
impian setiap anak kecil di Jawa Barat yang mencintai olah raga sepak bola.
Maka dari itu, siapapun yang memakai seragam biru- biru di lapangan sepak bola
dan bertanding atas nama Pangeran Biru adalah suatu kehormatan. Maka siapapun
yang bertanding atas nama Persib di Jakabaring nanti, tolong jangan sia- siakan
kehormatanmu itu. Untuk sekali ini saja, saya mohon menderitalah agar kau dan
kami yang senantiasa mendukungmu ini, tahu bagaimana rasanya bertahta. Tahu
bagaimana rasanya menjadi juara.
Saya
tahu kalian membawa beban yang berat. Banyak harapan dari jutaan bobotoh
menggantung di pundak kalian. Tapi besok, jika kalian menang, sejarah akan
mencatat nama kalian.
Jika
kalian menang dan berhasil membawa pulang Piala Presiden itu ke tanah Pasundan,
ada jutaan orang yang akan berterima kasih kepada kalian. Nama kalian akan
selalu dikenang, terpatri dalam memori setiap warga Jawa Barat.
Bukan
hanya kenangan kalian juga akan dibanjiri bonus yang melimpah. Gelontoran
rupiah akan masuk ke dalam rekening tabungan kalian. Tapi saya mohon untuk kali
ini saja, bertandinglah atas nama jutaan bobotoh yang selalu mendukung di
belakang kalian. Bukan atas limpahan
bonus yang akan kalian dapat. Menderitalah untuk kami yang rindu jadi juara dan
saya mohon jangan pernah tukarkan momen itu dengan apapun.
Bagi
mereka yang pernah merasakan euporia di tahun 95, ini adalah sebuah kerinduan
yang harus dituntaskan. Tapi bagi mereka yang belum pernah merasakan, ini
adalah sebuah penantian yang panjang.
Tapi
rindu tetaplah rindu, seperti dendam, rindu juga harus dibayar tuntas!
No comments:
Post a Comment