Wednesday, 5 November 2014

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Judul di atas saya pinjam dari sebuah novel karya Eka Kurniawan dengan judul yang sama. Tak ada korelasi antara novel tersebut dengan rasa rindu yang saya punya. Tapi seperti judulnya, besok rindu ini harus dibayar tuntas.

Sudah lama, lebih dari dua dekade rindu ini selalu berjarak. Nanti, hari Jumat, 7 November 2014, jika tak ada aral melintang rindu ini akan terlampiaskan. 

Jarak selalu jadi bagian perihal rindu- rinduan, kini kita sudah dekat dan jarak bukan lagi soal, besok adalah jarak kita yang paling dekat untuk menuntaskan rindu yang selama 19 tahun tertahan dan terus menggebu ingin dilampiaskan.
Selama ini, saya selalu mendengar cerita- cerita epik di Gelora Bung Karno hanya dari bibir para orang tua yang merasakan kejayaan Persib di era Ligina. Saat itu saya masih terlalu muda untuk merasakan euphoria, perkenalan saya dengan sepak bola baru hadir 2 tahun kemudian. Saat rindu itu baru dimulai. 

Sama seperti sebagian besar warga Bandung lainnya, menjadi bobotoh adalah bawaan DNA, sudah tertanam sejak dari dalam kandungan. Menjadi pemain Persib adalah impian setiap anak kecil di Jawa Barat yang mencintai olah raga sepak bola. Maka dari itu, siapapun yang memakai seragam biru- biru di lapangan sepak bola dan bertanding atas nama Pangeran Biru adalah suatu kehormatan. Maka siapapun yang bertanding atas nama Persib di Jakabaring nanti, tolong jangan sia- siakan kehormatanmu itu. Untuk sekali ini saja, saya mohon menderitalah agar kau dan kami yang senantiasa mendukungmu ini, tahu bagaimana rasanya bertahta. Tahu bagaimana rasanya menjadi juara.

Saya tahu kalian membawa beban yang berat. Banyak harapan dari jutaan bobotoh menggantung di pundak kalian. Tapi besok, jika kalian menang, sejarah akan mencatat nama kalian.

Jika kalian menang dan berhasil membawa pulang Piala Presiden itu ke tanah Pasundan, ada jutaan orang yang akan berterima kasih kepada kalian. Nama kalian akan selalu dikenang, terpatri dalam memori setiap warga Jawa Barat.

Bukan hanya kenangan kalian juga akan dibanjiri bonus yang melimpah. Gelontoran rupiah akan masuk ke dalam rekening tabungan kalian. Tapi saya mohon untuk kali ini saja, bertandinglah atas nama jutaan bobotoh yang selalu mendukung di belakang kalian.  Bukan atas limpahan bonus yang akan kalian dapat. Menderitalah untuk kami yang rindu jadi juara dan saya mohon jangan pernah tukarkan momen itu dengan apapun.

Bagi mereka yang pernah merasakan euporia di tahun 95, ini adalah sebuah kerinduan yang harus dituntaskan. Tapi bagi mereka yang belum pernah merasakan, ini adalah sebuah penantian yang panjang.

Tapi rindu tetaplah rindu, seperti dendam, rindu juga harus dibayar tuntas!


No comments: